Liburan LiburanTopik harian dengan konteks dan sudut pandang yang jelas.
travel

Menemukan Pesona Tersembunyi di Bungkutengah: Liburan Singkat yang Tak Terlupakan

Jelajahi keindahan Bungkutengah yang jarang diketahui wisatawan. Dari air terjun sepi hingga warung lokal autentik, simak pengalaman liburan saya di sini.

29 May 2026 · 2 menit baca · oleh Diah Iskandar Mulyadi
Menemukan Pesona Tersembunyi di Bungkutengah: Liburan Singkat yang Tak Terlupakan

Pagi itu, saya memutuskan untuk menjelajahi sisi lain Bungkutengah yang selama ini hanya saya lewati. Dengan sepeda motor butut, saya menyusuri jalan kecil berliku yang mengarah ke Air Terjun Seribu Batu. Kabut tipis masih menyelimuti pepohonan, menciptakan suasana magis yang langsung membuat saya lupa dengan hiruk-pikuk kota.

air terjun tersembunyi Bungkutengah

Air Terjun yang Masih Perawan

Tidak seperti destinasi wisata populer yang ramai pengunjung, Air Terjun Seribu Batu masih sangat alami. Saya harus trekking sekitar 20 menit melewati jalan setapak yang diapit oleh hutan kecil. Suara gemericik air sudah terdengar sebelum saya melihat langsung air terjun setinggi 15 meter itu. Yang membuat tempat ini spesial adalah formasi batuan unik di bawahnya, membentuk kolam alami yang jernih. Saya menghabiskan waktu berjam-jam hanya duduk di batu besar, menikmati semangkuk bakso hangat yang dibawa dari warung di kaki bukit.

Menurut catatan Dinas Pariwisata setempat, Bungkutengah memiliki tujuh air terjun yang belum banyak dieksplorasi. Selain Seribu Batu, ada juga Curug Tujuh Warna yang airnya terkadang memantulkan pelangi saat matahari tepat di atas.

Mencicipi Kuliner Lokal dengan Harga Bersahabat

Sore hari, saya mampir ke Pasar Pagi Bungkutengah yang sudah beroperasi sejak subuh. Di sini, warung-warung kecil menjual makanan khas yang sulit ditemukan di tempat lain. Saya mencoba lontong tahu campur dengan bumbu kacang yang berbeda racikannya. Pedagangnya, Bu Surti, bercerita bahwa resep ini turun-temurun dalam keluarganya sejak tahun 80-an.

warung makan tradisional Bungkutengah

Yang menarik, hampir semua bahan yang digunakan berasal dari petani dan pengrajin sekitar. Saya membeli beberapa bungkus keripik singkong balado sebagai oleh-oleh. Harganya? Hanya Rp10.000 per bungkus dengan isi yang sangat generous.

Menginap dengan Nuansa Pedesaan

Untuk penginapan, saya memilih homestay sederhana milik keluarga Pak Darmo. Kamarnya bersih dengan ventilasi alami yang membuat udara sejuk meski tanpa AC. Malam hari dihabiskan dengan duduk di teras sambil mendengar cerita Pak Darmo tentang sejarah Bungkutengah. Dia dengan bangga menunjukkan album foto lama yang mencatat perubahan wilayah ini selama 30 tahun terakhir.

Esok pagi, sebelum pulang, saya menyempatkan diri mampir ke Bukit Puncak Asri. Dari sini, seluruh wilayah Bungkutengah terlihat jelas. Pemandangan sawah berundak dengan latar belakang pegunungan membuat saya berjanji akan kembali lagi. Bungkutengah mungkin bukan destinasi mewah, tetapi justru dalam kesederhanaannya tersimpan cerita dan pengalaman liburan yang paling autentik.

Tag: #wisata alam #destinasi tersembunyi #liburan hemat