Liburan Hits ke Bukit Asmoro, Surga Tersembunyi di Pinggir Bungkutengah

Sabtu pagi yang cerah, saya bersama suami dan si kecil berangkat dari rumah di Bungkutengah menuju Bukit Asmoro. Namanya memang masih asing di telinga banyak orang, tapi sejak setahun terakhir tempat ini jadi hits di kalangan traveler hemat dari kota tetangga. Tanpa perlu modal besar, kami bisa menikmati pemandangan hijau membentang, hamparan kebun teh mini, dan udara sejuk yang langsung menampar rasa penat. Perjalanan hanya sejauh 12 kilometer dari pusat kota, tapi sensasinya seperti liburan ke negeri di atas awan.
Wisata Alam dan Sentra UMKM yang Bikin Dompet Aman
Begitu sampai di gerbang, saya disambut deretan tenda kecil milik ibu-ibu setempat. Mereka menjual aneka camilan khas Bungkutengah — mulai dari pisang goreng krispi, wedang jahe hangat, sampai oleh-oleh keripik singkong pedas. Harganya masih di kisaran lima ribu hingga lima belas ribu rupiah. Saya sempat ngobrol dengan Mbak Tari, salah satu penjual, yang bilang sejak bukit ini mulai ramai, penghasilannya naik tiga kali lipat. Ini bukti nyata bahwa wisata alam bisa menghidupkan ekonomi UMKM lokal.
Kami memilih trek pendek ke puncak bukit yang hanya butuh waktu 20 menit jalan santai. Sepanjang jalan, ada beberapa gardu pandang kayu yang Instagramable — cocok untuk foto keluarga tanpa perlu repot bawa tripod. Spot favorit saya adalah bangku panjang di bawah pohon beringin tua yang menghadap langsung ke lembah. Suami saya malah sibuk memotret si kecil yang berlarian mengejar kupu-kupu.
Yang membuat liburan ini hits bukan hanya pemandangannya, tapi juga fasilitas yang ramah kantong. Tiket masuk cukup Rp10.000 per orang, parkir motor Rp2.000, dan jika ingin menginap di homestay warga sekitar harganya mulai Rp100.000 per malam sudah termasuk sarapan sederhana. Beberapa homestay bahkan menyediakan peralatan masak. Jadi kami tinggal beli sayur dan telur di warung dekat bukit untuk makan malam.
Cuaca sore mulai mendung, tapi kami tetap betah hingga matahari tenggelam. Warna jingga perlahan merayap di antara celah bukit — pemandangan yang tidak akan saya lupakan. Liburan kecil begini mengingatkan saya bahwa kebahagiaan tidak harus mahal. Cukup keluar dari rumah, jelajahi sudut tersembunyi di sekitar, dan dukung usaha warga lokal. Bukit Asmoro menjadi salah satu bukti bahwa liburan hits bisa dinikmati siapa saja, asal tahu tempatnya.